April 10, 2010

Tahajjud Dalam Dakapan Cinta


Pagi hari ini ada dua SMS yg mengejutkan baba dari mimpi. SMS pertama dterima kul 5 11 pg dan yng kedua 5 22 pg. Terimaksih nak... kerana member ilmu kepada kami dengan SMS. Baba petikkan salah satu darinya “….ini kali pertama ana bertahajjud dalam linangan air mata yg bukan dipaksa2…Bediri pada rakaat kedua air mata ini mengalir deras…Ya Allah besarnya nikmatMu…Pengalaman yg tak dapat pelajari di mana2. Saat ini tenangnya hati ana baba…Syukran jazilan kerana masih sudi membimbing ana dijalan ini…

Semasa mnerima SMS ini baba tengah bebual2 dengan umi…sambil baring-baringan. Persis sambung perbualan malam tadi sebelum kami terpaksa memaksa diri utk tidur sebab dah lewat. Seblum tidur tadi, baba berbual2 dengan umi hingga 2 pg…sesekala berbual panjang ini banyak hikmahnya dan menjadi wasilah menjalin hawa jiwa kami.

Semasa berbual dengan umi pagi ini terpalit semua kisah2 anak, dakwah dan kisah antara kami. Dalam gelap pelukan dan dakapan jiwa kami begitu intim sekali. Muhasabah, betapa banyaknya nikmat yg Allah kurniakan kepada kami berdua.”Nikmat tuhanmu yg manakah ingin kamu duntakan”. Sampai kepada kisah…poligami. Email siang tadi dari seorang anak yg terasa kagum dengan Umi menulis begini…..besar ganjarannya pd seorang isteri y meredhai suaminya berkahwin lagi..dan ganjaran y spt kita tahu mendapat payung emas di akhirat nanti..
Dalam diam2 hati ini terdetik..ya Allah saat ini dalam pelukanku adalah ahli syurga. Izinkan aku untuk menyertainya dan bersamanya diakhirat nanti. Cemburunya hati ini bila di akhirat umi diberikan Allah paying emas…sedang diri ini mungkin tidak sempat mencium bau syurgaMu”. Dalam gelap malm ini, baba angkat tangan umi dan letakkan dimukaku… Baba usapkan air mata yg tak tertahan tumpah ini dengan tangan umi yg mulia itu. Lama sekali tangannya berlari-lari atas wajahku. Dalam suara tersekat2 baba ceritakan pada umi..satu kisah dimana Rasulullah berkata pada Aisyah “Ya Aisyah berikan mala mini padaku bersama tuhanku”. Jawab Aisyah menjawab “ Ya rasulullah aku lebih suka engkau bersamaku..tetapi aku lebih suka apa yg engkau sukai". Pada pagi itu bilal datang kemasjid utk bertahajjud. Bilal melihat rasulullah menangis keras sehingga basah tempat solatnya. Bilal berkata “Ya rasulullah bukankah allah telah mengampuni dosa2mu yg dahulu an yang kemudian” rasulullah menjawab ““Tidakkah saya ini wajar menjadi seorang hamba yang banyak bersyukur.”.Kemudia rasulullah mengatakan bahawa malam tadi telah turun ayat Al-Quran “Innafi khalkissama wa tiwal ardh wakhtilaf…".
Allahuakhbar syukur kami memenuhi langit dan bumi…bagaimanakah jiwa ini ingin ungkapkan lagi???...Maha suci Allah yg menganugerahkan faham kedalam jiwa ini.

Nanti baba tuliskan artikel tentang penciptaan alam semesta dikaitkan dengan ayat yg turun ini sehingga Rasulullah menangis keras.

Ya allah Mahalnya malan ini bagi kami…walaupun tahajjud kami sambil baring-baringan…Ya Allah terimalah amal kami, ampunilah dosa kami, campakkanlah kedalam hati kami keluarga kami dan saudara2 kami, sahabat kami dengan perasan Rahmah dan mawaddah.

Kepada ukhti S yg hantar SMS tu…cuba bayangkan bagaimanalah jiwa insae yg selama ini telah menghabiskan malamnya dengan tahajjud dan tangisan?. Betapa bahagianya, sakinah dan ketenangan yang Allah ilhamkan terus kedalam jiwanya. Moga Allah merahmati kamu selama-lamanya atas jalan Al-haq ini. Sesungguhnya tahajjud adalah perbekalan utama atas jalan dakwah ini. Itulah azimat bagi para daie'. Yg akan menghidupkan hati manusia yg mati. jadilah kamu sebagai pemuda2 yg meniupkan roh dalam jiwa umat ini dengan tahajjud dan Al-Quran.sesungguhnya itulah sunnah nabi paling utama dimalam hari.

April 6, 2010

CAHAYA DI WAJAH UMAT

TAZKIYAH MINGGU INI
MUQADIMMAH;Assalamualaikum kepada anak2. Dua minggu ini baba agak sibuk. banyak berada diluar kampus. Minggu ini hanya Isnin dan selasa sahaja ada dibilik. Rabu Praktukim dan malamnya baba akan terbang ke Kucing,Serawak hingga Jumaat malam. Nanti kalau ada masa baba akan tuliskan pengalaman di serawak nanti. Dah 2 minggu liq'a tak dapat dijalankan. Untuk mengisi jiwa dan penyuluh minda. Sila bacakan artikel tulisan Ikhwah seberang ini, mudah-mudahan bisa terus memacu amal kita maju kedepan...Tulisan ALLAHYARHAM KH. RAHMAT ABDULLAH

Dalam satu kesatuan amal jama’i ada orang yang mendapatkan nilai tinggi karena ia betul-betul sesuai dengan tuntutan dan adab amal jama’i. Kejujuran, kesuburan, kejernihan dan kehangatan ukhuwahnya betul-betul terasa. Keberadaannya menggairahkan dan menenteramkan. Namun perlu diingat, walaupun telah bekerja dalam jaringan amal jama’i, namun pertanggungjawaban amal kita akan dilakukan di hadapan Allah Subhanahu wata’ala secara sendiri-sendiri.
Karenanya jangan ada kader yang mengandalkan kumpulan-kumpulan besar tanpa beru-saha meningkatkan kualitas dirinya. Ingat suatu pesan Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam : Man abtha-a bihi amaluhu lam yusri’ bihi nasabuhu (Siapa yang lambat beramal tidak akan dipercepat oleh nasabnya ).
Makna tarbiah itu sendiri adalah mengharuskan seseorang lebih berdaya, bukan terus-menerus menempel dan tergantung pada orang lain. Meskipun kebersamaan itu merupakan sesuatu yang baik tapi ada saatnya kita tidak dapat bersama, demikian sunahnya. Sebab kalau mau, para sahabat Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bisa saja menetap dan wafat di Madinah, atau terus menerus tinggal ber-mulazamah tinggal di masjidil Haram yang nilainya sekian ra-tus ribu atau di Masjid Nabawi yang pahalanya sekian ribu kali. Tapi mengapa makam para Sahabat tidak banyak berada di Baqi atau di Ma’la. Tetapi makam mereka banyak bertebaran jauh, beribu-ribu mil dari negeri mereka.
Sesungguhnya mereka mengutamakan adanya makna diri mereka sebagai perwujudan firman-Nya: Wal takum minkum ummatuy yad’una ilal khoir. Atau dalam firman-Nya: Kuntum khoiro ummati ukhrijat linnasi (Kamu adalah sebaik-baiknya ummat yang di-tampilkan untuk ummat manusia. Qs. 3;110). Ummat yang terbaik bukan untuk disem-bunyikan tapi untuk ditampilkan kepada seluruh ummat manusia. Inilah sesuatu yang sangat perlu kita jaga dan perhatikan. Kita semua beramal tapi tidak larut dalam kesendirian. Hendaklah ketika sendiri kita selalu mendapat cahaya dan menjadi cahaya yang menyinari lingkungan sekitarnya.
Jangan ada lagi kader yang mengatakan, saya jadi buruk begini karena lingkungan. Mengapa tidak berkata sebaliknya, karena lingkungan seperti itu, saya harus mempenga-ruhi lingkungan itu dengan pengaruh yang ada pada diri saya. Seharusnya dimanapun dia berada ia harus berusaha membuat kawasan-kawasan kebaikan, kawasan cahaya, kawas-an ilmu, kawasan akhlak, kawasan taqwa, kawasan al-haq, setelah kawasan-kawasan tadi menjadi sempit dan gelap oleh kawasan-kawasan jahiliyah, kezaliman, kebodohan dan hawa nafsu. Demikianlah ciri kader PK, dimanapun dia berada terus menerus memberi makna kehidupan. Seperti sejarah da’wah ini, tumbuh dari seorang, dua orang kemudian menjadi beribu-ribu atau berjuta-juta orang.

Sangat indah ungkapan Imam Syahid Hasan Al Banna, "Antum ruhun jadidah tarsi fi ja-sadil ummah". Kamu adalah ruh baru, kamu adalah jiwa baru yang mengalir di tubuh ummat, yang menghidupkan tubuh yang mati itu dengan Al-Qur’an.

Jangan ada sesudah ini, kader yang hanya mengandalkan kerumunan besar untuk mera-sakan eksistensi dirinya. Tapi, dimanapun dia berada ia tetap merasakan sebagai hamba Allah SWT, ia harus memiliki kesadaran untuk menjaga dirinya dan taqwanya kepada Allah SWT, baik dalam keadaan sendiri maupun dalam keadaan terlihat orang. Kemana-pun pergi, ia tak merasa kesunyian, tersudut atau terasing, karena Allah senantiasa ber-samanya. Bahkan ia dapatkan kebersamaan rasul-Nya, ummat dan alam semesta senanti-asa.
Kehebatan Namrud bagi Nabi Ibrahim AS tidak ada artinya, tidaklah sendirian. ALLAH bersamanya dan alam semesta selalu bersamanya. Api yang berkobar-kobar yang dinya-lakan Namrud untuk membinasakan dirinya, ternyata satu korps dengannya dalam menu-naikan tugas pengabdian kepada ALLAH. Alih-alih dari menghanguskannya, justeru ma-lah menjadi "bardan wa salaman" (penyejuk dan penyelamat). Karena itu, kader sejati yakin bahwa Allah Subhanahu wata’ala akan senantiasa membuka jalan bagi pejuang Da’wah sesuai dengan janji-Nya, In tansurullah yansurukum wayu sabit akdamakum (Jika kamu meno-long Allah, Ia pasti akan menolongmu dan mengokohkan langkah kamu)
Semoga para kader senantiasa mendapatkan perlindungan dan bimbingan dari Allah Subhanahu wata’ala ditengah derasnya arus dan badai perusakan ummat. Kita harus yakin sepenuhnya akan pertolongan Allah Subhanahu wata’ala dan bukan yakin dan percaya pada diri sendiri. Masukkan diri kedalam benteng-benteng kekuatan usrah atau halaqah tempat Junud Da’wah melingkar dalam suatu benteng perlindungan, menghimpun bekal dan amunisi untuk terjun ke arena pertarungan Haq dan bathil yang berat dan menuntut pengorbanan.
Disanalah kita mentarbiah diri sendiri dan generasi mendatang. Inilah sebagian pelipur kesedihan ummat yang berkepanjangan, dengan munculnya generasi baru. Generasi yang siap memikul beban da’wah dan menegakan Islam. Inilah harapan baru bagi masa depan yang lebih gemilang, dibawah naungan Alqur-an dan cahaya Islam rahmatan lil alamin.

April 5, 2010

Cerita Mini 2

your score 100 or zero.

A young man had been to Wednesday Night Class of Quranic Studies. The Mualim had shared about listening to Allah and obeying Allah through intuition.
The young man couldn't help but wonder, 'Does Allah still speak to people through intuition?'
After Lessons, he went out with some friends for coffee and pie and they discussed the message. Several different ones talked about how Allah had led them in different ways and that at the end you'll know it was Allah(SWT) Who has directed you.
It was about ten o'clock when the young man started driving home. Sitting in his car, he just began to pray, 'Allah...If you still speak to people, speak to me. I will listen.. I will do my best to obey.'
As he drove down the main street of his town, he had the strangest thought to stop and buy a gallon of milk. He shook his head and said out loud, 'Allah is that you?' He didn't get a reply and started on toward home.
But again, the thought, buy a gallon of milk came into his head. 'Okay, Allah, in case that is you, I will buy the milk.' It didn't seem like too hard a test of obedience. He could always use the milk.

He stopped and purchased the gallon of milk and started off toward home.
As he passed Seventh Street , he again felt the urge, 'Turn Down that street.'This is crazy he thought, and drove on past the intersection.
Again, he felt that he should turn down Seventh Street .

At the next intersection, he turned back and headed down Seventh. Half jokingly, he said out loud, 'Okay, Allah, I will.'
He drove several blocks, when suddenly, he felt like he should stop. He pulled over to the curb and looked around.
He was in a semi-commercial area of town. It wasn't the
best but it wasn't the worst of neighborhoods either.
The businesses were closed and most of the houses looked dark like the people were already in bed. Again, he sensed something, 'Go and give the milk to the people in the house across the street.'

The young man looked at the house.. It was dark and it looked like the people were either gone or they were already asleep.
He started to open the door and then sat back in the car seat. 'Allah, this is insane. Those people are asleep and
if I wake them up, they are going to be mad and I will look stupid.'
Again, he felt like he should go and give the milk. Finally, he opened the door, 'Okay Allah(SWT), if this is you, I will go to the door and I will give them the milk. If you want me to look like a crazy person, okay.
I want to be obedient. I guess that will count for something, but if the don't answer right away, I am out of here.'

He walked across the street and rang the bell. He could hear some noise inside. A man's voice yelled out, 'Who is it? What do you want?' Then the door opened before the young man could get away.
The man was standing there in his jeans and T-shirt. He looked like he just got out of bed. He had a strange look on his face and he didn't seem too happy to have some stranger standing on his doorstep. 'What is it?'
The young man thrust out the gallon of milk, 'Here, I brought this to you.' The man took the milk and rushed down a hallway. Then from down the hall came a woman carrying the milk toward the kitchen. The man was following her holding a baby. The baby was crying. The man had tears streaming down his face.

The man began speaking and half crying, 'We were just praying. We had some big bills this month and we ran out of money.. We didn't have any milk for our baby. I was just praying and asking Allah(SWT) to show me how to get some milk.'
His wife in the kitchen yelled out, 'I ask him to send an Angel with some. Are you an Angel?'
The young man reached into his wallet and pulled out all the money he had on him and put in the man's hand.
He turned and walked back toward his car and the tears were streaming down his face. He knew that Allah (SWT) still answers prayers.

NOW HERE'S THE TEST....
If you believe that Allah (SWT) answers prayers, send this to everyone you care about and also the person that sent it to you!!!!!!!!!
f you do not send nothing will happen to you, but if you send you might just be sending someone hope and belief that Allah (SWT) hears our prayers and give hope to those who have already lost faith considering the situation most people.

That's it!That's the test!
It's just that simple!

Sometimes it's the simplest things that Allah (SWT) asks us to do, that enable us to understand His words clearer and better than ever.. Please listen, and obey!
It will bless you and others..This is an easy test - you score 100 or zero.
I scored 100 because you have it!

March 31, 2010

Adakah anda seorang yang berani????...








Saya tak berani nak komen!!!!!bila melihat gambar2 ni....berjilid soalan dan persoalan mendepani komen saya>>>

March 23, 2010

Cerita Mini

Mari kita mengenyitkan dahi sejenak dengan cerita mini ini. Mari sama-sama mengeletek sedar kita bahawa berapalah harga diri kita sebagai muslim sebenarnya. Mari ajak minda berfikir diluar kota sejenak demi mencari eri dan nilai diri. Hemmm…kadang2 payah untuk kita beli sebuah cermin besar utuk menilik cara hidup kita yg bergelar muslim ini.Ceritanya begini.

Ada seorang jejaka sedang asyik dilamun cinta. Tapi cintanya ini agak menyimpang dari normal biasa dimana dia mencintai seorang gadis yg bukan muslim. Namun api cinta manakan kenal dengan batasan agama, bangsa dan darjat. Apabila kehangatannya mulai membakar jiwa hanya jinjang pelamin sahajalah muaranya. Alkisah,Kira-kiranya cinta jejaka ini dihalang oleh kedua orang tuanya. Maka memberontaklah jejaka itu kerana hasratnya bakal terhalang. Setelah melalui tribulasi tabiat cinta terhalang itu, akhirnya si ayah memberikan jalan dengan berkata pada anaknya…”baiklah ayah izinkan kamu kahwini dia..tetapi dengan syarat gadis itu mesti memahami Islam dulu dan pelajari sedalam2nya agma Islam ini”. Jejaka itu persis tersenyum dengan wasilah yg diajukan ayahnya itu. Wahh… gembira betul dia kerana jalan keluar bias tertancap. Maka ayahnya berikan semua buku2 tentang islam dari dalam laibry rumahnya kepada gadis itu. Gadis itu balik dengan timbunan kitab sambil berkata “berikan masa kepada saya 4 bulan untuk hadamkan semua buku2 ini”.

Maka bergembiralah sijejaka itu dengan apa yg terjadi didepan matanya… akan tersuratlah juga hasratnya utk memiliki gadis idamannya itu suatu hari nanti. Tetapi hatinya amat berat dan kebas sekali kerana 4 bulan adalah suatu penantian yg amat lama dan menyiksakan. Tetapi apakan daya-upayanya…4 bulan terasakan bagai 40 tahun lamanya…he he bagi orang bercinta begitulah!!!.

Setelah 4 bulan berlalu…maka tibalah hari yg dijanjikan. Dijmputlah gadis itu kerumahnya penuh penghormatan. Bertemulah dua beranak itu dengan sigadis itu. Debaran jejaka tak tertahan lagi menananti jawaban dari sigadis itu. Si ayah terus beranikan diri untuk berterus terang…’Bagaimana jawaban kamu nak?...sudahkah kamu memahami Islam dengan semua buku2 itu?”. Tanya si Ayah penuh harap. Anak mudanya juga nampak kurang sabar utk mendengar jawaban dari gadis pujaannya yang sudah kelihatan berubah sekali wataknya. Nampaknya sinar harapan adalah milik2nya pada hari ini. Saat itu juga gadis itu menjelaskan dengan berani…”pakcik saya telah menemui Islam dalam semua buku2 ini, syukurlah. Terimakasih kerana menghadiahkan kepada saya sehingga saya menemui jalan yg lurus ini. Moga allah merahmati pak cik sekeluarga…tetapi maafkan saya, kerana saya tidak dapat menerima anak pak cik”. Jawaban itu seolah memecahkan dada si jejaka anaknya. Tetapi dalam keresahan si ayah dan wajah hampa pemuda itu, Si ayah bertanya…”kenapa kamu menolaknya ?. si gadis itu menjawabnya dengan tegas, “kerana saya tidak menemui ISLAM pada diri anak pak cik!!!..bagaimana saya harus menerima dia".

Saya tinggalkan persoalan untuk anda berikan komen!!!...

March 7, 2010

Makna Sebuah Titipan


Sebuah karya WS Rendra...
sejernih embun...dengan mata hati yg tulus suci, tatapilah.

Sering kali aku berkata, ketika orang memuji milikku,
bahwa sesungguhnya ini hanya titipan,
bahwa mobilku hanya titipan Nya,
bahwa rumahku hanya titipan Nya,
bahwa hartaku hanya titipan Nya,
bahwa putraku hanya titipan Nya,
tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya, mengapa Dia menitipkan padaku?
Untuk apa Dia menitipkan ini pada ku?
Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini?
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?
Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah
kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka,

kusebut dengan panggilan apa saja untuk melukiskan bahwa itu adalah derita.
Ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku,
aku ingin lebih banyak harta,
ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak rumah,
lebih banyak popularitas,
dan kutolak sakit, kutolak kemiskinan,
Seolah semua "derita" adalah hukuman bagiku.
Seolah keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti matematika :
aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku, dan
Nikmat dunia kerap menghampiriku.
Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan Kekasih.
Kuminta Dia membalas "perlakuan baikku", dan menolak keputusanNya yang tak sesuai keinginanku,
Gusti, padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah...
"ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja"

GENGAMAN WAKTU DAN KETIKA