April 5, 2010

Cerita Mini 2

your score 100 or zero.

A young man had been to Wednesday Night Class of Quranic Studies. The Mualim had shared about listening to Allah and obeying Allah through intuition.
The young man couldn't help but wonder, 'Does Allah still speak to people through intuition?'
After Lessons, he went out with some friends for coffee and pie and they discussed the message. Several different ones talked about how Allah had led them in different ways and that at the end you'll know it was Allah(SWT) Who has directed you.
It was about ten o'clock when the young man started driving home. Sitting in his car, he just began to pray, 'Allah...If you still speak to people, speak to me. I will listen.. I will do my best to obey.'
As he drove down the main street of his town, he had the strangest thought to stop and buy a gallon of milk. He shook his head and said out loud, 'Allah is that you?' He didn't get a reply and started on toward home.
But again, the thought, buy a gallon of milk came into his head. 'Okay, Allah, in case that is you, I will buy the milk.' It didn't seem like too hard a test of obedience. He could always use the milk.

He stopped and purchased the gallon of milk and started off toward home.
As he passed Seventh Street , he again felt the urge, 'Turn Down that street.'This is crazy he thought, and drove on past the intersection.
Again, he felt that he should turn down Seventh Street .

At the next intersection, he turned back and headed down Seventh. Half jokingly, he said out loud, 'Okay, Allah, I will.'
He drove several blocks, when suddenly, he felt like he should stop. He pulled over to the curb and looked around.
He was in a semi-commercial area of town. It wasn't the
best but it wasn't the worst of neighborhoods either.
The businesses were closed and most of the houses looked dark like the people were already in bed. Again, he sensed something, 'Go and give the milk to the people in the house across the street.'

The young man looked at the house.. It was dark and it looked like the people were either gone or they were already asleep.
He started to open the door and then sat back in the car seat. 'Allah, this is insane. Those people are asleep and
if I wake them up, they are going to be mad and I will look stupid.'
Again, he felt like he should go and give the milk. Finally, he opened the door, 'Okay Allah(SWT), if this is you, I will go to the door and I will give them the milk. If you want me to look like a crazy person, okay.
I want to be obedient. I guess that will count for something, but if the don't answer right away, I am out of here.'

He walked across the street and rang the bell. He could hear some noise inside. A man's voice yelled out, 'Who is it? What do you want?' Then the door opened before the young man could get away.
The man was standing there in his jeans and T-shirt. He looked like he just got out of bed. He had a strange look on his face and he didn't seem too happy to have some stranger standing on his doorstep. 'What is it?'
The young man thrust out the gallon of milk, 'Here, I brought this to you.' The man took the milk and rushed down a hallway. Then from down the hall came a woman carrying the milk toward the kitchen. The man was following her holding a baby. The baby was crying. The man had tears streaming down his face.

The man began speaking and half crying, 'We were just praying. We had some big bills this month and we ran out of money.. We didn't have any milk for our baby. I was just praying and asking Allah(SWT) to show me how to get some milk.'
His wife in the kitchen yelled out, 'I ask him to send an Angel with some. Are you an Angel?'
The young man reached into his wallet and pulled out all the money he had on him and put in the man's hand.
He turned and walked back toward his car and the tears were streaming down his face. He knew that Allah (SWT) still answers prayers.

NOW HERE'S THE TEST....
If you believe that Allah (SWT) answers prayers, send this to everyone you care about and also the person that sent it to you!!!!!!!!!
f you do not send nothing will happen to you, but if you send you might just be sending someone hope and belief that Allah (SWT) hears our prayers and give hope to those who have already lost faith considering the situation most people.

That's it!That's the test!
It's just that simple!

Sometimes it's the simplest things that Allah (SWT) asks us to do, that enable us to understand His words clearer and better than ever.. Please listen, and obey!
It will bless you and others..This is an easy test - you score 100 or zero.
I scored 100 because you have it!

March 31, 2010

Adakah anda seorang yang berani????...








Saya tak berani nak komen!!!!!bila melihat gambar2 ni....berjilid soalan dan persoalan mendepani komen saya>>>

March 23, 2010

Cerita Mini

Mari kita mengenyitkan dahi sejenak dengan cerita mini ini. Mari sama-sama mengeletek sedar kita bahawa berapalah harga diri kita sebagai muslim sebenarnya. Mari ajak minda berfikir diluar kota sejenak demi mencari eri dan nilai diri. Hemmm…kadang2 payah untuk kita beli sebuah cermin besar utuk menilik cara hidup kita yg bergelar muslim ini.Ceritanya begini.

Ada seorang jejaka sedang asyik dilamun cinta. Tapi cintanya ini agak menyimpang dari normal biasa dimana dia mencintai seorang gadis yg bukan muslim. Namun api cinta manakan kenal dengan batasan agama, bangsa dan darjat. Apabila kehangatannya mulai membakar jiwa hanya jinjang pelamin sahajalah muaranya. Alkisah,Kira-kiranya cinta jejaka ini dihalang oleh kedua orang tuanya. Maka memberontaklah jejaka itu kerana hasratnya bakal terhalang. Setelah melalui tribulasi tabiat cinta terhalang itu, akhirnya si ayah memberikan jalan dengan berkata pada anaknya…”baiklah ayah izinkan kamu kahwini dia..tetapi dengan syarat gadis itu mesti memahami Islam dulu dan pelajari sedalam2nya agma Islam ini”. Jejaka itu persis tersenyum dengan wasilah yg diajukan ayahnya itu. Wahh… gembira betul dia kerana jalan keluar bias tertancap. Maka ayahnya berikan semua buku2 tentang islam dari dalam laibry rumahnya kepada gadis itu. Gadis itu balik dengan timbunan kitab sambil berkata “berikan masa kepada saya 4 bulan untuk hadamkan semua buku2 ini”.

Maka bergembiralah sijejaka itu dengan apa yg terjadi didepan matanya… akan tersuratlah juga hasratnya utk memiliki gadis idamannya itu suatu hari nanti. Tetapi hatinya amat berat dan kebas sekali kerana 4 bulan adalah suatu penantian yg amat lama dan menyiksakan. Tetapi apakan daya-upayanya…4 bulan terasakan bagai 40 tahun lamanya…he he bagi orang bercinta begitulah!!!.

Setelah 4 bulan berlalu…maka tibalah hari yg dijanjikan. Dijmputlah gadis itu kerumahnya penuh penghormatan. Bertemulah dua beranak itu dengan sigadis itu. Debaran jejaka tak tertahan lagi menananti jawaban dari sigadis itu. Si ayah terus beranikan diri untuk berterus terang…’Bagaimana jawaban kamu nak?...sudahkah kamu memahami Islam dengan semua buku2 itu?”. Tanya si Ayah penuh harap. Anak mudanya juga nampak kurang sabar utk mendengar jawaban dari gadis pujaannya yang sudah kelihatan berubah sekali wataknya. Nampaknya sinar harapan adalah milik2nya pada hari ini. Saat itu juga gadis itu menjelaskan dengan berani…”pakcik saya telah menemui Islam dalam semua buku2 ini, syukurlah. Terimakasih kerana menghadiahkan kepada saya sehingga saya menemui jalan yg lurus ini. Moga allah merahmati pak cik sekeluarga…tetapi maafkan saya, kerana saya tidak dapat menerima anak pak cik”. Jawaban itu seolah memecahkan dada si jejaka anaknya. Tetapi dalam keresahan si ayah dan wajah hampa pemuda itu, Si ayah bertanya…”kenapa kamu menolaknya ?. si gadis itu menjawabnya dengan tegas, “kerana saya tidak menemui ISLAM pada diri anak pak cik!!!..bagaimana saya harus menerima dia".

Saya tinggalkan persoalan untuk anda berikan komen!!!...

March 7, 2010

Makna Sebuah Titipan


Sebuah karya WS Rendra...
sejernih embun...dengan mata hati yg tulus suci, tatapilah.

Sering kali aku berkata, ketika orang memuji milikku,
bahwa sesungguhnya ini hanya titipan,
bahwa mobilku hanya titipan Nya,
bahwa rumahku hanya titipan Nya,
bahwa hartaku hanya titipan Nya,
bahwa putraku hanya titipan Nya,
tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya, mengapa Dia menitipkan padaku?
Untuk apa Dia menitipkan ini pada ku?
Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini?
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?
Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah
kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka,

kusebut dengan panggilan apa saja untuk melukiskan bahwa itu adalah derita.
Ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku,
aku ingin lebih banyak harta,
ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak rumah,
lebih banyak popularitas,
dan kutolak sakit, kutolak kemiskinan,
Seolah semua "derita" adalah hukuman bagiku.
Seolah keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti matematika :
aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku, dan
Nikmat dunia kerap menghampiriku.
Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan Kekasih.
Kuminta Dia membalas "perlakuan baikku", dan menolak keputusanNya yang tak sesuai keinginanku,
Gusti, padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah...
"ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja"

February 25, 2010

For the rest of my life

"Maka nikmat tuhanmu yang manakah yang kamu ingin dustakannya"
Anak2...
Rumah Kita Rumah Rabbani
Rumah kita rumah kenabian
Rumah ini teduh...hadir kukuh,
Di kelopak secerah pewarna segala bunga,
Di pucuk-pucuk hijau segala rasa yang membenih…
Bertaburan cinta, sakinah, rahmah dan mawadah...
Bukankah rumah ini rumah segala-galanya bagi kita???

“Nikmat TUHAN yang manakah ingin kita dustakan...?”

Anak2...
Sesungguhnya..hari ini bukan suatu janji, tetapi ia telah hadir
...pun jua bukan sekadar mimpi...Tetapi inilah makna hidup dan kehidupan bagi kita. Kita bayar semuanya dengan syukur dan jihad dan Allah pasti membeli...

Anak2... baba syukur kerana kamu sudah mulai mengerti
Jejakmu mulai bertapak...langkah kalian mulai memenjejaki langkah baba dan ummi... Tetapi... maafkan seandainya;
...baba dan ummi bukannya Muhammad dan Khadijah
Bukannya Yusof dan Zulaikha
Bukannya Ibrahim dan hajar
Bukannya Adam dan Hawa
..jua Bukannya Al-banna...
Cukuplah.. seandainya kalian siap siaga meneruskan perjuangan ini...

February 23, 2010

ESQ165(prof009/097)SOLAT: Ketetapan waktu dengan makna spiritualnya…


Siri 3(Sila baca siri 1 dan 2 )
Dalam dua siri sebelumni saya telah kemukakan dengan detail tentang ketetapan waktu solat dengan makna spiritualnya. Fakta itu saya petik dari sebuah e-mail yang saya terima. Saya sebenarnya tidak mengharapkan pembaca bermotivasi untk banyak solat kerana kelebilah yg saya lontarkan. Saya memiliki tanggapan sendiri tentang ini, sebab itu saya letakkan tanda AWAS supaya anda membacanya hingga siri ketiga ini. Fahamilah maksud saya sebenarnya.

Kalaulah anda solat kerana makna spiritual itu…saya ucapkan tahniah kerana anda sudah tunaikan kewajipan seadanya. Solat dari Sudut Kacamata Sains amat menarik sekali untuk dibaca dan difahami. Kajian yang dijalankan oleh Dr. Fatimah dan rakan-rakan dari UM telah membuktikan bahawa solat malam boleh menyembuhkan mereka yang mengalami erectile dysfuntion atau mati pucuk.

Apa yang menarik sekali, sujud dalam solat adalah latihan terbaik untuk denyutan jantung. Seseorang yang mengalami masalah tekanan darah tinggi amat digalakkan untuk sujud dengan lebih kerap dan lebih lama agar dapat mengurangkan kadar denyutan jantung dan menurunkan tekanan.

Makanya, solat dalam makna spiritual dan saintifiknya dilihat sungguh bermakna. Tetapi ada sesuatu yang lebih besar maknanya!. Apa yg saya alami dan terbukti inilah yang menjadi tempat jatuh kecintaan Rasulullah (s.a.w) dan orang2 yang soleh selepas itu. Inilah sesuatu yang lebih besar maknanya…dan sangat mahal harganya bagi jiwa!!!...

Apa maksudnya?....
mari kita lihat dulu beberapa cerita dan hadis yang menjadi hujjah untuk membantu kita memahami apa saya maksudkan ini.

1.Solat Malam
Rasulullah bersolat malam sehingga kedua-dua tapak kakinya pecah-pecah. Sallehuddin Al-Ayyubi memilih mereka yang bangun malam sebagai barisan mujahidin yang paling hadapan untuk menggempur musuh. Sehinggakan juga Umar Abd Aziz berkata: “Bagaimana mata ini dapat tertutup rapat dan tenteram sedangkan ia tak tahu di mana kelak ia akan kembali di antara dua tempat” berulang-ulang.Dari Abu Hurairah r.a katanya “….Kekasihku Rasulullah telah berwasiat kepadaku agar aku tidak tidur sebelum solat witir.” (HR Bukhari)
Dari Aisyah r.a katanya: “Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam itu berdiri untuk bersolat malam, sehingga pecah-pecah kedua tapak kakinya. Saya berkata kepadanya;” Mengapa Tuan mengerjakan sedemikian ini, ya Rasulullah, padahal sudah diampunkan untuk Tuan dosa-dosa Tuan yang dahulu dan yang kemudian?” Baginda sallallahu ‘alaihi wasallam lalu bersabda, “Tidakkah saya ini wajar menjadi seorang hamba yang banyak bersyukur.” (Muttafaqun ‘alaih)
Dari Abdullah bin ‘Amr bin al-’Ash r.a bahawasanya Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam bersabda padanya:
"Solat yang paling dicintai Allah ialah solatnya Daud dan puasa yang paling dicintai Allah ialah puasanya Daud. Ia tidur separuh malam, bangun solat yang sepertiganya dan tidur seperenamnya, Ia berpuasa sehari dan berbuka sehari". (Muttafaqun ‘alaih)

Dari A’isyah r.a. pula bahawasanya Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam itu tidur di permulaan malam dan bangun pada akhir malam lalu bersolat. (Muttafaqun ‘alaih)

2. Kenapa bersolat malam?
Dua raka’at yang dilakukan oleh seorang hamba di tengah malam itu adalah lebih baik baginya daripada dunia ini serta seluruh isinya. (HR Adam bin Abu Iyas)
“Orang-orang yang bertaqwa itu sedikit sekali tidurnya di waktu malam. Di waktu menjelang fajar pagi, mereka itu berdoa memohonkan pengampunan dan dari sebahagian hartanya dijadikan hak yang diberikan pada yang meminta dan yang kekurangan.” [Surah Az-Dzaariyaat: 17-19]
Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam: “Hendaklah kamu semua menetapi solat malam, sebab yang demikian itu adalah perilaku orang-orang yang soleh sebelum kamu.” (HR Tirmidzi)

Ibnul Qayyim Al-Jauzy melakukan solat malam, dilanjutkan dengan solat Subuh dan kemudian dilanjutkan dengan solat dhuha, setelah itu barulah beliau beranjak melakukan aktiviti-aktiviti yang lain. Lalu beliau berkata,”jika hal ini tidak aku lakukan maka sungguh sangat berat.”
Dalam riwayat Ibnu Ishaq dan Ahmad dari Jabir bin Abdullah r.a. ia menceritakan; “Kami berangkat bersama Rasulullah SAW pada perang Dzatur Riqaa’. Pada kesempatan itu tertawanlah seorang wanita musyrikin. Setelah Rasulullah SAW berangkat pulang, suami wanita itu yang sebelumnya tidak ada di rumah baru saja datang. Kemudian lelaki itu bersumpah tidak akan berhenti mencari sebelum dapat mengalirkan darah para sahabat Muhammad SAW. Lalu lelaki itu keluar mengikuti jejak perjalanan Rasulullah SAW. Pada sebuah lorong di suatu lembah Rasulullah SAW bersama para sahabat berhenti. Kemudian beliau bersabda, “Siapakah di antara kalian yang bersedia menjaga kita malam ini?” Jabir berkata, “Maka majulah seorang dari Muhajirin dan seorang lagi dari Anshar lalu keduanya menjawab, ‘Kami siap untuk berjaga ya Rasulullah’. Nabi Muhammad SAW berpesan: “Jagalah kami di mulut lorong ini.” Jabir menceritakan waktu itu, Rasulullah bersama para sahabat berhenti di lorong suatu lembah.
Ketika kedua orang sahabat itu ke ke mulut lorong, sahabat Anshar berkata pada sahabat Muhajirin, ‘Pukul berapa engkau inginkan aku berjaga, apakah permulaan malam ataukah akhir malam?’ Sahabat Muhajirin menjawab; ‘Jagalah kami di awal malam’, kemudian sahabat Muhajirin itu berbaring tidur. Sedangkan sahabat Anshar melakukan solat. Jabir berkata, datanglah lelaki musyrikin itu dan ketika mengenali sahabat Anshar, musyrikin itu mengetahui bahwa sahabat itu sedang hirasah. Kemudian orang itu memanahnya tepat mengenai diri Ansar tersebut, lalu sahabat Ansar itu mencabutnya kemudian berdiri tegak melanjutkan solatnya. Kemudian orang musyrikin itu memanahnya lagi dan tepat mengenainya lagi, lalu sahabat itu mencabut kembali anak panah itukemudian berdiri tegak melanjutkan solatnya. Kemudian untuk ketiga kalinya orang itu memanah kembali sahabat Anshar tersebut dan tepat mengenai dirinya. Lalu dicabut pula anak panah itu kemudian ia rukuk dan sujud. Setelah itu ia membangunkan sahabat Muhajirin seraya berkata, ‘Duduklah kerana aku telah dilukai.’ Jabir berkata, Kemudian sahabat Muhajirin itu melompat mencari orang yang melukai sahabat Anshar itu. Ketika orang musyrikin itu melihat keduanya ia sedar bahawa dirinya telah diketahui maka ia pun melarikan diri. Ketika sahabat Muhajirin mengetahui darah yang melumuri sahabat Anshar, ia berkata, ‘Subhanallah kenapa engkau tidak membangunkan aku dari tadi?’ Sahabat Anshar menjawab, ‘Aku sedang membaca surah dan aku tidak ingin memutusnya. Namun, setelah orang itu berkali-kali memanahku barulah aku ruku’ dan memberitahukan dirimu. Demi Allah SWT kalau bukan kerana takut mengabaikan tugas penjagaan yang diperintahkan Rasulullah SAW kepadaku niscaya nafasku akan berhenti sebelum aku membatalkan solat.’

Nahh…itulah perihal solat pada peribadi-peribadi mulia ini. Hakikat solat bagi mereka adalah bukan pada makna fizik dan spiritual tetapi…solat pada mereka adalah memberi makna hakikat ta’abud secara total, kelazatan bagi hati dan jiwa dan kecintaan pada rabb yang memancarkan makna cinta dan dicintai. Maka solat adalah institusi agung atau wasilah bagi jiwa-jiwa mukmin. Solat adalah kelazatan merasai dalam hati dan tenteramnya seluruh jiwa. Solat adalah wasilah bicara cinta nan agung antara sang hamba dengan tuhan yg memiliki hati dan jiwanya.

Maka tidaklah hairan jika seorang nabi yang sudah diampunkan dosa2nya yg lalu dan yang akan datang masih tekun melalukannya. Seorang peribadi mulia tidak bisa merasai kesakitan dipanah lantaran asyik dan lazatnya hidangan jiwa ketika tengelam dalam kusyuk bersolat. Bukankah sungguh ajaib solat itu!!!.

Hakikatnya, solat yg sempurna dan khusyuk itu adalah tumbuh dari hati yang dipenuhi CINTA. Mana mungkin insan itu melakukan sesuatu yang dia tidak sukai. Mana mingkin seseorang insane itu tega dan istiqamah terhadap sesuatu yang dia tidak diCINTAInya. Maka bersolatlah kamu bukan hanya kerana makna saintifiknya dan spiritualnya sahaja tetapi bersolatlah kamu kerana hakikat kelazatannya dan kerana api CINTA membara pada Khalik yg memiliki hati dan jiwamu itu. Itulah hakikat hati dan jiwa insane yang memiliki IHSAN dalam solatnya. Inilah menifestasi solat yg saya maksudkan.

. “Ya Allah jadikanlah tempat jatuhnya CINTA ku ini dalam bersolat”.
Moga anda menghayatinya. Amin.

February 8, 2010

Si Tua Dengan Sepatunya


Pada suatu hari saya menaiki bas utk pulang kekampung. Saya masuk kedalam bas lebih awal sebelum bas bergerak dari stesen untuk mengelak kesesakan. Agak lama menunggu...akhirnya tibalah waktu bas bertolak. Driver bas sudah sedia berlepas dan apabila bas mulai bergerak tiba-tiba saya lihat ada seorang tua yg bergegas untuk menaiki bas yang sama. Orang tua tersebut berlari dan berjaya melepasi pintu yg hampir tertutup itu. Tetapi dalam kelam kabut itu, sepatu sebelah kaki kirinya tersangkut dan terjatuh sejurus sebelum pintu tertutup. Saya memerhatikan orang tua itu dari jauh, orang tua itu kelihatan tenang saja. Apabila bas mulai bergerak orang tua itu dengan tenang mencampakkan sepatunya yang sebelah kanan melalui jendela dan beliau duduk disebelah saya dengan tenang sambil tersenyum. Sayapun menyapa orang tua itu ” Saya memerhatikan apa yg Pak Cik lakukan tadi, Mengapa P Cik melepaskan sepatu yang sebelah lagi?”. Dengan tenang P Cik tu menjawab ” Supaya sesiapa saja menemui sepatu aku itu dapat memanfaatkannya”.

Inilah istiwa jiwa yang tenang, berpandangan jauh dan dipenuhi kerahmatan dan kekayaan. Pengalaman adalah guru terbaik dan jujur...fahamlah saya bahawa;

1.Jangan kita pertahankan sesuatu yang kita sahaja ingin memilikinya atau tidak mahu orang lain memilikinya.
2.Kita kehilangan banyak hal dalam hidup kita, tetapi seolah takhdir tidak adil pada diri kita , namun ianya guru kepada kita supaya terang berfikir Positif, dapat diertikan supaya kita menjadi sdewasa secara emosional dan spiritual.
3.Sedarlah bahawa pertukaran antara kehilangan sesuatu dan mendapatkan sesuatu harus terjadi. Seandainya tidak terjadi kehilangan maka mungkin tidak datang yg baru.
4.Tuhan telah menentukan bahwa, Itulah waktunya si tua itu sepatutnya melepaskan sepatunya dan nanti dia dapat mengantikannya dengan yg lebih baik.
5.Satu sepatu hilang adakah yg satu lagi itu bernilai...mungkin orang lain lebih memerlukannya...mungkin sepatu jadi sangat berharga bagi pengemis jalanan...si miskin
6.Berkeras mempertahankannya tidak menjadikan kita orang yang bijak atau menjadikan dunia ini lebih baik.Kita harus memutuskan bilakah sesuatu hal atau seseorang masuk dalam hidup kita atau bilakah kita lebih baik bersama-sama seseorang yg lain. Dan pada saatnya kita berupaya mengumpulkan keberanian untuk mlepaskannya.

”moga kita menjadi orang yg lebih lebih bijak cerdas emosi dan spiritualnya”

GENGAMAN WAKTU DAN KETIKA