June 30, 2009

Hujan Gerimis

Malam tadi aku tidur agak lewat…Kul 2 pg untuk menyiapkan sedikit kerja. Pagi ini kul 4 45 sudah terjaga. Mini PDA sebagai teman setia yg sering mengejutkanku dwaktu2 penting…
Desiran gerimis hujan amat jelas kedengaran dari jendela kaca. Kali ini giliran aku bertamu di Hydro Majestic Hotel…Batu Feringgi berdiri dengan megah, dilereng bukit mengadap Selat Melaka. Sebagaimana biasa 1/3 malam ku santap dengan hati yang sarat dengan rindu…rindu pada kedamaian…rindu pada ketenangan…rindu pada suatu cahaya…rindu pada kesempurnaan jiwa…rindu pada 1000 kemanisan yang tak dapat diungkapkan lisan, selain dengan hati yg merasakan. Kelihatan dari jauh titis2 hujan menghujani bumi…dibawah cahaya lampu yg dibalikkan genangan air hujan, bercahaya. Teringat lagu “Hujan gerimis” dendangan kump rast…memang hujan sungguh asyik…memang aku suka hujan. Kerana hujan adalah kerahmatan, hujan adalah bererti kehidupan, hujan adalah kedmaian hati dan hujan adalah suara nyanyian dari tuhan…

Solat Subuh berjemaah di surau hotel. Kira bagus gak hotel ni, kebetulannya surau ini selantai dengan bilikku. Macam biasalah golongan sdikit sahaja yg dijemput Allah. Daripada beratus tamu hotel ini hanya 7 orang sahaja yg dijemput Allah utk berjemaah dirumah kecilNya ini. Daripada 7 ini hanya 3 pensyarah selebihnya adalah pelajar IPGM Kangar yg jadi urusetia Samenar Penyelidikan Zon Utara Kali ini (Aku hadir sebagai Pembentang). Pelajar2 ini aku sangat kenal sebagai kaki masjid semasa 3 bulan bercuti Sabatikal di perlis jan-Jun yg lalu. Salah seorang dari pelajar inilah yang jadi imam pg ini. Bacaannya bagus sekali. Teringat aku suatu masa dulu 20 tahun yg lalu (1983-85) semasa belajar di SM Tengku Faris, PC (masa tu namanya SM Sains Kelantan). Ketika itu aku bergilir2 menjadi Imam disurau Asrama. Masih Ingat lagi Faris, Lan Hawari, Hasnan, Adnan (skrg Al-Hafiz) dan Zul (gelarannya Zul-Kepala hijau) Aziz, Mazlan bacok dan…dah tak ingat lagi. Memang itulah diantara saat manis dalam rantai hidupku…bila melalui zaman remaja dalam 1000 kerahmatan dariNya. Semasa cuti kami bergilir tidur dirumah masing…ingat lagi Lan Hawari di P Puteh (skrg dah jadi Kontraktor Berjaya). Hasnan Banggul, Jalan PCB. Yg paling lama ialah tinggal dirumahku, kerana menadah kitab dengan salah seorang Anak Murid tok Selehor (Hj Daud…dah hamper 15 tahun meninggal). Semua ini telah berlalu, yg tinggal hanyalah kenangan yg takmungkin bisa dikembalikan… Dimanakah mereka…semua?..

Demi Allah semasa solat subuh…kedua2 pipiku dibasahi sekali lagi. Cucuran gerimis dari kedua kelopak mataku meluncur laju membasahi pipi ini. Ledakan kedamaian, keinsafan dan kemanisan merayap perlahan menghiasi lubuk hati ini… selepas salam aku melontarkan jauh2 pandanganku keluar pintu kaca…hujanmasih belum berhenti.

Bila terkenangkan pelajar ini (Imam-pelajar) terdetik dalam hati…”Alangkah bagusnya kalau dapat menantu sprit ini”. Apalagi yg dimpikan oleh seorang ayah selain memberikan hadiah suami yg Soleh kepada anak Perempuannya. Apalagi yg lebih indah bagi seorang ayah selain memastikan anak2nya dibesarkan dalam suasana Rabbani…menghadiahkan kepada mereka ilmu secukupnya untuk mereka hidup dizamannya. Apalah yg lebih berharga bagi seorang ayah@ibu selain memastikan anak2nya mewarisi perjuangannya.

Selepas solat aku berjalan2 disekitar hotel…dari kesamaran cahaya lampu, dihujung sana kolam mandi yg teramat sunyi pada waktu2 sebegini. Kalau siang tadi kola mini dipenuhi tamu yg bepakaian "PURBA". Berseronoklah mereka mandi -manda dan juga "sipencuci mata". Aku melabuhkan pungungku atas kerusi sambil menghabiskan zikir2 pagi…Hujan masih belum berhenti. …deruannya masih kedengaran. Percikan air hujan seolah merenjis kedamain pada dinding hati ini. YA Allah aku amat bersyukur kepadaMU…kerana aku masih seperti ini saat ini..
Amin...1 Jul,2009
Batu Feringgi, P Pinang.

Epilepsi Rasa...

Entah mengapa...

Ku hanya menatap pintu yang tlah tertutup
Aku tak berdaya beranjak pergi
Aku pun tak berani mencari cara membukanya kembali
Yang Kutahu Bahagiaku sangsi

Bersama tertutupnya pintu
Yang ada hanya senyum penuh makna memendam rasa
Ya Allah...
Berikan aku kekuatan untuk bisa beranjak pergi
Ya Allah...Izinkan aku langkahkan kaki mencari Bahagiaku lagi
Ya Allah...Berikan aku mujizatmu untuk bisa melihat pintu yang terbuka untukku
Ya Allah...Tuntun langkahku menuju Nikmat Cinta-Mu
Karena ku tahu hanya cinta-Mu yang tak pernah pergi
Karena ku tahu hanya cinta-MU yang tulus padaku
Tuhan ku…Aku lelah menapak smua langkahku..

Perihku teramat dalam dan berliku..
Tuhanku..Jangan jauhkan hatiku dari-Mu
Rabb ku…Tegarkan hatiku
Agar kumampu tengadahkan tanganku
Agar kumampu lebih sujud pada-Mu
Allah ku…Kuatkan hatiku…hilangkan ego keaakuanku..
Agar kusadar tak ada makna jiwa ini tanpa-Mu
Khalik ku…Ampuni sesatnya hati dan pikirku
Teguhkan aku dalam batas kemanusiaanku
Allah...ku trimakasih ‘tuk sgala rasa yang masih ada dalam ruhku
Ambil jiwaku disaat kutakmampu berpaling pada-Mu...
...kuseberangi seluruh samudera
Mu
hanya untuk bertanya berapakah luasnya karuniaMu
...dan beribu puncak tlah ku daki
hanya untuk bertanya dimanakah letak istanaMu
Aku dekat dengan Mu dikala kubersujuda

Aku menangis disaat kumerasa betapa takutnya aku padaMu
Aku terisak manakala aku merindukanMu
Aku terus mencariMu...berusaha meraihMu...merasakanMu
namun aku tak pernah mampu....karena takkan pernah aku sentuh

aku raih... namun aku bisa merasakanMu
karena sesungguhnya Engkau begitu dekat
sangat sangat dekat ...dan aku ingin terus berada didekatMu
merasakan keagunganMu
memeluk hatiku dan menguatkanku
bahwa tiada satupun yang sama denganMu
bimbinglah aku ya Robb...hingga aku bisa meniti jalan lurusMu

dan sampai ke tepian samuderaMu
atau gerbang istanaMu
dan jangan pernah kau biarkan akumeniti jalan yang lain yang bukan jalanMu

sampai aku benar benar siapkembali padaMu
bertemu denganMudan bisa memandang kebesaranMu
dengan senyum terkembangdan jiwa yang tenang...

1 comment:

H.R PuTeRa YuSoFF said...

salam Tuan Haji...
moga istiqamah tuan haji akan menjadi semangat buat warga IPGM KSM

GENGAMAN WAKTU DAN KETIKA

Gengaman waktu dan ketika. 8-8-16. Gengaman terakhir saat melepaskan ayah tersenyum mengadap rabbnya... Kematian mengajar kita erti &quo...