March 5, 2013

Bahan Tazlirah Untuk Liqa' Minggu ini.


JOM…Susuri  jalan yang damai

Anak2ku dan sahabat  tercinta…
Kalaulah jalan dakwah ini dipenuhi hamparan permaidani INDAH sudah pasti ramai yang mengikutinya. Kalaulah jalan ini dilimpahi kesenangan dan nikmat lahir yang melimpah sudah pasti semua manusia berebut2 untuk sampai kepenghujungnya. Kalaulah jalannya begitu panjang, tak akan ada yang mampu menempuhnya kecuali bagi orang yang sabar dan berani. Kalaulah jalan ini dipenuhi ketidaktentuan, tak akan ada yang kuat untuk terus melangkah selain mereka yg punya perbekalan.  Bagi mereka,  jauhnya perjalanan dan halangan yg tak ketentuan bukanlah masalah selagi keberanian masih terus terhujam dalam hatinya dan kesabaran yg menebal dijiwanya. Keberanian dan kesabaran adalah bekalan berharga bagi para duat. Jika keberanian adalah denyut nadi perjuangan maka kesabaran adalah jantungnya. Karena kesabaran merupakan faktor penentu seberapa lama seseorang daie’  itu mampu bertahan dalam perjuangannya. Keberanian adalah senjata serangan, kesabaran adalah perisai.  Perisai bagi pejuang untuk menghadapi serangan ujian dan tentangan yang tak terduga.

Namun, antara keberanian dan kesabaran ada tali pengikatny. Seperti ikatan kimia bagi atom. Keinginan untuk terus berjuang  dan kesadaran untuk bersabar  menghadapi segala tantangan mesti dihubungkan dengan pengikat yang namanya ketenangan. Karena ketenangan adalah penyerap atau stabilizer  antara keinginan untuk meraih kemenangan dengan sulitnya realita tentangan yang dihadapi. Maka ketenangan sebahagian dari asset bagi para daie’

Namun dari mana datangnya ketenangan ini?. 
Ketenangan merupakan mantijah dari saqafah tentang zat yang maha agung dan maha hebat. Ketenangan yg tumbuh dari kebergantungan kuat pada tuhan yg memiliki seluruh alam. Kedamaian akan lahir dari rasa cinta maha AGUNG kepada rabb yg sentiasa berdegup dalam irama jantungnya. Cinta yg hanya lahir dalam hati yang sentiada terasa dekat denganNya dan jiwa yang terus mengharap hanya pada pemilik dan mengatur seluruh hidupnya. Terasa dekatnya Rabb seolah-olah lebih dekat dari urat lehernya sendiri.Itulah Allah yg sentiasa hadir dalam jiwanya dan Allah yg sering memanggil rasa takut dan harap batinnya. Itulah hakikat mengenal Allah dan itulah akidah yang sallim, imanan yang sempurna  buah dari ibadah yang sahih.

Anak2ku dan sahabat2  dikasihi...
Percayalah bahawa itu adalah sebahagian  matlamat dari Mutaba'atu yaumin yang  sering dipantau dalam usrah. Itulah juga mantijah dari tilawah dan tadabbur Quran (semuka sehari), saum, qiam, rawatib,dhuha,riadhah,maathsurat dan bacaan yg bermanafaat. Itulah buah dari Qiam menjadi kewajipan para duat yang dimestikan.

Anak2ku dan sahabat2 sekelian...
Marilah kita mencari sumber2 ketenangan. Jom bernaung dibawah kedamaian dan ketenangan jiwa. Marilah kira terasa teduh dengan rahmat Allah yang sentiasa memayungi  langkah kita. Marilah kita berkelana menempuh jajan yang damai bagi hati kita ini iaitu jalan dakwah yang sangat jauh lagi penghujungnya. Percayalah ketenangan akan menyegarkan impian menjadi kenyataan. Yakinlah bahawa kedamaian hati dan ketenangan jiwa adalah perisai keberanian kita menuju kejayaan. Dan itulah merupakan hujjah bagi kita didepan manusia dan didepan Allah.


“Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada)". (QS. Al-Fath: 4)

"Ya Allah, Ilhamkan rasa damai,tenang dan teduh bagiku untuk thsaba't selama-lamanya di atas jalanMu ini. Gantikanlah bagiku segala kepayahan ini dengan yang lebih baik di akhirat kelak".

Sekian.

No comments:

GENGAMAN WAKTU DAN KETIKA

Gengaman waktu dan ketika. 8-8-16. Gengaman terakhir saat melepaskan ayah tersenyum mengadap rabbnya... Kematian mengajar kita erti &quo...